Handicap.co.id, Surabaya – Final Campeonato Mineiro antara Cruzeiro dan Atlético Mineiro berubah menjadi sorotan besar setelah diwarnai keributan hebat di penghujung pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung di Belo Horizonte itu sebenarnya dimenangkan Cruzeiro dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal yang dicetak oleh Kaio Jorge memastikan tim tersebut keluar sebagai juara kompetisi negara bagian Minas Gerais untuk pertama kalinya sejak 2019.
Sayangnya, momen kemenangan tersebut tercoreng oleh insiden perkelahian yang melibatkan banyak pemain dari kedua kubu. Situasi di lapangan sempat memanas hingga petugas keamanan serta polisi militer harus turun tangan untuk meredakan ketegangan.
Akibat insiden itu, pertandingan berakhir dengan suasana yang jauh dari kondusif. Setelah laga usai, puluhan pemain dari kedua tim akhirnya dijatuhi hukuman kartu merah.
Awal Mula Insiden di Menit Akhir
Keributan dipicu oleh insiden yang terjadi menjelang peluit akhir. Saat itu penjaga gawang Atlético Mineiro, Everson, terlihat mendorong pemain Cruzeiro, Christian, hingga terjatuh di lapangan.
Tak berhenti di situ, Everson juga sempat menekan dada Christian dengan lututnya setelah keduanya berbenturan ketika berebut bola liar. Tindakan tersebut langsung memancing emosi para pemain Cruzeiro.
Beberapa rekan setim Christian kemudian mendekati Everson dan mendorongnya hingga ke area dekat tiang gawang. Ketegangan semakin meningkat ketika pemain dari kedua tim ikut terlibat dalam aksi saling dorong yang berkembang menjadi keributan besar.
Petugas keamanan stadion segera masuk ke lapangan untuk memisahkan para pemain, sementara polisi militer membantu mengendalikan situasi yang semakin sulit dikontrol.
Kartu Merah Dijatuhkan Setelah Laga Selesai
Menariknya, wasit Matheus Delgado Candancan tidak langsung mengeluarkan kartu merah saat keributan terjadi. Kondisi di lapangan yang kacau membuat proses pengambilan keputusan harus dilakukan setelah pertandingan selesai.
Menurut laporan media Brasil Grupo Globo, total 23 pemain akhirnya dinyatakan menerima kartu merah dari insiden tersebut.
Dari pihak Cruzeiro, sebanyak 12 pemain termasuk pencetak gol Kaio Jorge mendapat hukuman tersebut. Sementara Atlético Mineiro kehilangan 11 pemain, termasuk penyerang senior mereka, Hulk.
Reaksi Hulk dan Catatan Rekor Kartu Merah
Usai pertandingan, Hulk mengungkapkan kekecewaannya terhadap keributan yang terjadi. Menurutnya, insiden seperti itu tidak mencerminkan sikap profesional dalam sepak bola.
Ia menilai para pemain memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra pribadi sekaligus reputasi klub di mata publik.
Dalam sejarah sepak bola, rekor kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan senior pernah terjadi pada 2011 di Argentina. Saat itu sebanyak 36 pemain dikeluarkan dalam laga antara Atlético Claypole dan Victoriano Arenas setelah terjadi perkelahian besar.
Saat ini baik Cruzeiro maupun Atlético Mineiro juga tengah menjalani awal musim yang kurang meyakinkan di Campeonato Brasileiro Série A. Dalam empat pertandingan pertama, kedua tim belum meraih kemenangan dan sementara berada di papan bawah klasemen, masing-masing di posisi ke-17 dan ke-19.











