handicap.co.id, Jakarta – Pelatih anyar Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, langsung memimpin sesi latihan perdana tim di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (6/1/2026) sore WIB. Kehadirannya menandai awal era baru bagi skuad Green Force usai ditunjuk menggantikan Eduardo Perez.
Meski baru resmi menjabat, Tavares tak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Ujian berat sudah menanti Persebaya pada akhir pekan ini saat mereka dijadwalkan menjamu Malut United, Sabtu (10/1/2026). Tim tamu datang dengan modal impresif setelah melewati 11 pertandingan tanpa kekalahan.
Saat ini Malut United menempati posisi keempat klasemen dengan koleksi 34 poin. Catatan dua kekalahan yang mereka alami menjadi yang paling sedikit dibandingkan tim lain, menjadikan Malut sebagai salah satu lawan paling konsisten musim ini.
“Memang kami baru saja meraih dua kemenangan beruntun. Namun, itu bukan alasan untuk berpuas diri. Kami harus tetap rendah hati karena akan menghadapi Malut United,” ujar Tavares.
Rekam Jejak Kurang Menguntungkan
Optimisme tinggi menyelimuti Persebaya sejak kehadiran Bernardo Tavares. Kendati demikian, catatan pertemuan dengan Malut United menjadi pengingat bahwa laga nanti bukan perkara mudah.
Pada musim lalu, Persebaya belum sekalipun mampu menaklukkan Malut United. Mereka harus menyerah 0-2 saat bermain di kandang, lalu hanya mampu bermain imbang tanpa gol ketika tampil sebagai tim tamu di venue netral.
“Malut adalah tim yang baru dua kali kalah sepanjang kompetisi. Itu menunjukkan kualitas mereka. Karena itu, kami harus bekerja keras dan tetap membumi untuk bisa tampil maksimal,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Fokus Evaluasi di Sesi Perdana

Latihan pertama Persebaya belum diikuti seluruh pemain. Rachmat Irianto terlihat menjalani latihan terpisah, sementara kiper utama Ernando Ari mendapatkan izin untuk pulang ke kampung halaman karena keperluan pribadi.
Kondisi tersebut tidak membuat Tavares cemas. Ia menilai sesi awal ini lebih difokuskan untuk mengenal lebih dalam karakter para pemainnya.
“Saya ingin menganalisis kondisi pemain dan memahami karakter mereka. Menonton dari pertandingan itu berbeda dengan melihat langsung saat latihan atau di ruang ganti,” jelasnya.
Sisipkan Sentuhan Taktikal

Dalam latihan tersebut, Bernardo Tavares tampak aktif memberikan arahan menggunakan papan taktik di tengah lapangan. Di sisi lain, para pemain menjalani pemanasan di bawah arahan pelatih fisik, Shin Sang-gyu.
Menurut Tavares, pendekatan ini penting untuk membangun fondasi tim yang solid sejak awal. “Sepak bola bukan tentang individu, tetapi tentang kerja sama sebagai sebuah tim,” pungkasnya.









