Uncategorized

Mantan Striker Timnas Indonesia Ungkap Faktor Utama Tersingkirnya Persib Bandung dari AFC Champions League 2 2025/2026

89
×

Mantan Striker Timnas Indonesia Ungkap Faktor Utama Tersingkirnya Persib Bandung dari AFC Champions League 2 2025/2026

Share this article

Mentalitas dan rapuhnya lini tengah jadi sorotan setelah Persib gagal melangkah lebih jauh di kompetisi Asia

Langkah Maung Bandung terhenti di babak 16 besar
Langkah Maung Bandung terhenti di babak 16 besar

Handicap.co.id, Bandung – Tersingkirnya Persib Bandung dari AFC Champions League 2 musim 2025/2026 masih menjadi topik hangat. Kekecewaan tak hanya dirasakan Bobotoh, tetapi juga para penggemar sepak bola nasional yang berharap Maung Bandung bisa berbicara lebih banyak di level Asia.

Langkah Persib terhenti di babak 16 besar setelah kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand, Ratchaburi FC. Pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib memang mampu menang 1-0. Namun, hasil tersebut tidak cukup menutup kekalahan telak 0-3 yang mereka derita di leg pertama.

Mantan penyerang Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, turut memberikan pandangannya. Ia menilai kegagalan Persib tidak semata soal teknis, melainkan juga berkaitan dengan kesiapan mental tim dalam menghadapi tekanan di kompetisi Asia.

Menurut Indriyanto, kebobolan tiga gol tanpa balas pada leg pertama sangat memengaruhi psikologis pemain. Jika selisih skor masih tipis, peluang untuk bangkit tetap terbuka. Namun, defisit besar membuat motivasi tim menurun drastis saat memasuki laga penentuan.

Leg Kedua yang Berat

Tertinggal agregat 0-3 membuat Persib harus bermain dengan beban berat di kandang sendiri. Situasi semakin rumit ketika mereka harus kehilangan satu pemain akibat kartu merah di awal pertandingan. Kondisi tersebut membuat kepercayaan diri tim semakin turun, meskipun akhirnya masih mampu mencetak satu gol kemenangan.

Sementara itu, pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui performa anak asuhnya jauh dari kata memuaskan, khususnya di sektor tengah dan belakang. Dua lini tersebut dinilai tidak bekerja optimal sehingga mudah dieksploitasi lawan.

Indriyanto juga menilai kualitas individu Persib sebenarnya tidak kalah dari Ratchaburi FC. Namun, permainan mereka di level Asia terlihat berbeda dibandingkan ketika tampil di liga domestik. Intensitas, organisasi, dan keberanian mengambil keputusan menjadi faktor pembeda yang sangat terasa.

Baca Juga  Bursa Transfer Januari Kembali Lesu, Ini Penyebab Klub Premier League Enggan Belanja Besar

Pelajaran Penting untuk Kompetisi Domestik

Kegagalan di pentas Asia menjadi alarm bagi Persib untuk segera melakukan pembenahan, terutama karena mereka kini harus fokus pada persaingan di BRI Super League 2025/2026. Indriyanto menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, khususnya di lini tengah yang dinilai tidak mampu mengalirkan bola dengan baik.

Pada dua leg pertandingan, Ratchaburi FC tampil lebih rapi dan disiplin. Mereka berhasil menutup ruang di sektor tengah Persib, memutus aliran bola, lalu memanfaatkan celah lewat serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif dengan terciptanya tiga gol di leg pertama.

Di leg kedua, tim asal Thailand itu kembali bermain cerdas dengan pendekatan defensif dan mengandalkan serangan balik. Pola tersebut membuat Persib kesulitan mengembangkan permainan, meski unggul tipis di akhir laga.

Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa untuk bersaing di Asia, Persib membutuhkan konsistensi taktik, mental yang kuat, serta koordinasi antarlini yang solid. Tanpa itu, peluang untuk melangkah jauh di kompetisi internasional akan selalu berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *