Vinicius Junior

Mbappe Geram Usai Insiden Rasisme, Desak UEFA Tindak Prestianni di Liga Champions

12
×

Mbappe Geram Usai Insiden Rasisme, Desak UEFA Tindak Prestianni di Liga Champions

Share this article

Dugaan pelecehan terhadap Vinicius Junior saat laga Benfica vs Real Madrid memicu reaksi keras Kylian Mbappe dan memaksa aktivasi protokol anti-rasisme UEFA.

Vinicius Mendapatkan Banyak Dukungan Setelah Insiden Diskriminasi
Vinicius Mendapatkan Banyak Dukungan Setelah Insiden Diskriminasi

Handicap.co.id, Bandung – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, meluapkan kemarahannya menyusul insiden dugaan rasisme yang menimpa rekan setimnya, Vinicius Junior, dalam laga playoff knockout Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa bila terbukti melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius.

Gol pembuka Madrid tercipta lima menit setelah jeda melalui sepakan keras Vinicius ke sudut atas gawang. Namun selebrasi sang winger berujung kartu kuning karena dianggap memancing reaksi penonton. Situasi kemudian memanas saat terjadi adu argumen antarpemain. Vinicius melapor kepada wasit setelah merasa menjadi sasaran ucapan bernada rasis, yang membuat ofisial mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA. Laga pun terhenti sekitar 10 menit.

Desakan untuk Tindakan Tegas

Usai pertandingan, Mbappe menyampaikan kemarahannya kepada Movistar+. Ia menegaskan bahwa Liga Champions harus menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, ada batas perilaku yang tidak bisa ditoleransi di panggung yang disaksikan jutaan pasang mata.

Mbappe juga menolak menggeneralisasi semua pihak. Ia mengaku memiliki banyak teman dan rekan setim asal Portugal yang selalu bersikap baik. Namun, ketika ada individu bertindak melampaui batas, hal tersebut wajib disorot dan diproses secara tegas.

Ia menilai cemoohan penonton bisa dipahami karena publik tidak mengetahui detail di lapangan. Meski begitu, Mbappe menegaskan langkah disipliner tetap diperlukan. Baginya, pemain yang melakukan tindakan rasis tidak layak berada di Liga Champions dan keputusan harus berada di tangan UEFA.

Ungkapan yang Memicu Protes

Mbappe menyebut secara terbuka dugaan kalimat yang diarahkan Prestianni kepada Vinicius. Ia mengklaim sang pemain mengulang sebutan bernada rasis hingga lima kali. Menurut Mbappe, tugas pemain adalah melaporkan apa yang terjadi agar insiden seperti ini tidak dianggap sepele.

Baca Juga  Zinedine Zidane Cerita Bagaimana Bisa Bangkitkan Kembali Real Madrid

Insiden tersebut, kata Mbappe, mencoreng citra Liga Champions sebagai kompetisi impian para pesepak bola. Bahkan, skuad Real Madrid sempat mempertimbangkan meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes sebelum akhirnya memutuskan melanjutkan pertandingan dan fokus meraih kemenangan.

Solidaritas untuk Vinicius

Mbappe memastikan dukungan penuh kepada Vinicius. Ia mengaku bertanya langsung kepada rekannya itu tentang langkah yang ingin diambil. Apa pun keputusan Vinicius, tim siap bergerak bersama dan tidak akan membiarkannya menghadapi situasi ini sendirian.

Dalam tayangan pertandingan, Mbappe juga terlihat melabeli Prestianni sebagai “rasis” setelah laga dilanjutkan. Ia mengonfirmasi ucapan tersebut keluar di tengah emosi akibat situasi di lapangan.

Kini, bola berada di tangan UEFA untuk menentukan tindak lanjut atas dugaan rasisme tersebut. Keputusan yang diambil akan menjadi penentu arah penegakan nilai anti-diskriminasi di kompetisi antarklub paling prestisius Eropa.

Sumber: The Independent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *