BOLADUNIAPIALA AFRIKA 2026SADIO MANESENEGAL

Pelatih Senegal Tolak Pensiun Sadio Mane: Ia Bukan Milik Pribadi, tapi Milik Bangsa

75
×

Pelatih Senegal Tolak Pensiun Sadio Mane: Ia Bukan Milik Pribadi, tapi Milik Bangsa

Share this article

Pelatih Senegal menilai Sadio Mane masih menjadi simbol nasional dan belum layak meninggalkan timnas.

Sadio Mane Bawa Senegal Juara Piala Afrika 2026
Sadio Mane Bawa Senegal Juara Piala Afrika 2026

Handicap.co.id, Bandung – Bintang Timnas Senegal, Sadio Mane, telah mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri karier di level internasional. Namun, rencana tersebut langsung mendapat penolakan tegas dari pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, yang menilai Mane masih sangat dibutuhkan oleh negara dan rakyatnya.

Penyerang Al Nassr itu baru saja mengantar Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2026. Pada laga final yang digelar di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, Senin (19/01/2026) dini hari WIB, Senegal sukses menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0.

Partai puncak berlangsung penuh ketegangan dan kontroversi. Di masa injury time, wasit Jean-Jacques Ngambo Ndala menunjuk titik putih untuk Maroko usai meninjau VAR, tak lama setelah menganulir gol Senegal pada menit ke-90+2. Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal.

Pelatih Pape Thiaw bahkan sempat menginstruksikan para pemainnya meninggalkan lapangan dan masuk ke lorong stadion, yang membuat pertandingan tertunda sekitar seperempat jam. Di tengah situasi genting itu, Sadio Mane menjadi satu-satunya pemain Senegal yang tetap berada di lapangan.

Mane berperan sebagai penenang suasana. Ia berkomunikasi dengan perangkat pertandingan dan pemain Maroko, lalu membujuk rekan-rekannya untuk kembali ke lapangan. Sikap kepemimpinan Mane terbukti menentukan jalannya laga.

Eksekusi penalti Maroko yang dilakukan Brahim Diaz gagal berbuah gol setelah panenka-nya berhasil dibaca kiper Edouard Mendy. Senegal kemudian memastikan kemenangan melalui gol dramatis Pape Gueye pada menit ke-94.

Trofi tersebut menjadi gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal dan Mane, setelah sebelumnya juga menjadi juara pada edisi 2021.

Piala Afrika Terakhir bagi Mane

Usai pertandingan, Mane merayakan kesuksesan itu bersama istri dan putrinya di ruang ganti. Momen tersebut sekaligus menandai akhir perjalanan Mane di ajang Piala Afrika.

Baca Juga  Klausul Khusus dalam Kontrak Diego Simeone Bersama Atletico Madrid Terbongkar

Pemain berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa Piala Afrika 2026 merupakan turnamen terakhirnya bersama Senegal. Meski demikian, ia masih bersedia memperkuat tim nasional hingga Piala Dunia 2026.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia. Namun untuk Piala Afrika, perjalanan saya sudah selesai di sini,” ujar Mane.

“Saya akan tetap bersama tim sampai Piala Dunia. Setelah itu, semuanya berakhir,” tambah mantan pemain Liverpool yang telah mengoleksi enam gelar bersama klub Inggris tersebut.

Pelatih Senegal Menolak Keputusan Pensiun

Pernyataan Mane langsung ditanggapi keras oleh Pape Thiaw. Menurutnya, keputusan pensiun tidak bisa dilihat sebagai pilihan pribadi semata, mengingat peran Mane sebagai simbol nasional Senegal.

“Negara ini tidak setuju, dan saya juga tidak setuju. Kami ingin dia bertahan selama mungkin,” kata Thiaw.

“Dia bukan hanya milik dirinya sendiri. Dia adalah milik Senegal. Rakyat ingin dia terus bermain,” lanjut pelatih tersebut.

Lebih dari Sekadar Pesepak Bola

Thiaw menilai kontribusi Mane tidak terbatas pada performa di atas lapangan. Sosoknya dianggap sebagai panutan dalam hal sikap, kerendahan hati, serta pengabdian kepada negara.

“Dia memberi teladan melalui perilaku, pendidikan, dan pengorbanannya. Dia berjuang membawa kami ke Piala Dunia 2022, memenangkan Piala Afrika pertama, dan kini mempersembahkan gelar kedua,” ujar Thiaw.

Bahkan, Thiaw menyatakan dirinya dan para pemain Senegal tidak akan memberikan persetujuan jika Mane benar-benar meminta izin untuk pensiun.

“Jika saya diminta menandatangani persetujuan itu, jawabannya adalah tidak. Rekan-rekannya pun akan mengatakan hal yang sama,” tegasnya.

Masa Depan di Level Klub

Meski mendapat penolakan dari sang pelatih, masa depan Mane tetap berada di tangannya sendiri. Setelah Piala Dunia 2026, ia berencana lebih fokus pada karier klub dan secara perlahan menutup perjalanan panjangnya di sepak bola profesional.

Baca Juga  Adik Pelatih Cagliari Fabio Pisacane Jadi Korban Penembakan di Napoli: Analisis Keamanan Publik dan Dampaknya terhadap Dunia Sepak Bola Italia

Mane akan berusia 34 tahun pada April mendatang dan saat ini masih terikat kontrak dengan Al Nassr hingga 30 Juni 2026. Pemain dengan bayaran sekitar 43 juta dolar AS per tahun itu belum memastikan apakah akan memperpanjang masa baktinya di Arab Saudi atau mencari tantangan baru setelah kontraknya berakhir.

Sumber: Liverpool.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *