Handicap.co.id, Bandung – Rasmus Hojlund saat ini menjalani musim 2025/2026 bersama Napoli sebagai pemain pinjaman dari Manchester United. Klub Italia tersebut memiliki kewajiban membeli sang striker secara permanen apabila berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Berdasarkan laporan Sport Witness edisi Senin (23/2/2026), kontribusi penyerang asal Denmark itu dinilai positif. Ia sudah mengoleksi 12 gol di semua kompetisi, dengan delapan di antaranya tercipta dari 21 pertandingan Serie A. Selain itu, Hojlund juga mencatatkan tiga gol di Liga Champions, menjadikannya salah satu tumpuan Napoli di tengah perjalanan Eropa mereka.
Pada usia 23 tahun, Hojlund memperlihatkan kemajuan signifikan sejak meninggalkan Manchester United. Ia kini lebih matang dalam peran sebagai ujung tombak dan sering menjadi andalan pelatih Antonio Conte, terutama ketika Romelu Lukaku tidak tersedia.
Adaptasi dengan Kota Napoli
Dalam wawancara bersama Il Mattino, Hojlund berbagi pengalamannya tinggal di Napoli. Ia membantah anggapan negatif yang sering dilekatkan pada kota tersebut dan justru merasakan atmosfer yang unik.
“Saya memang tidak tinggal di pusat kota, tetapi saya sangat ingin menjelajahi gang-gang dan jantung Napoli. Energi kota ini luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menilai Napoli sebagai kota yang kerap disalahpahami. Menurutnya, banyak rumor dari luar yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
“Kota ini sering diremehkan, padahal tidak seberbahaya yang dibicarakan orang,” ujarnya.
Performa yang Terus Menanjak
Hojlund mengakui dirinya mengalami peningkatan performa bersama Napoli. Ia bahkan mengibaratkan proses mencetak gol seperti saus tomat.
“Saya seperti saus tomat. Saat belum keluar, Anda terus menekan botolnya, lalu tiba-tiba semuanya keluar sekaligus,” katanya, menggambarkan bagaimana gol-golnya mulai mengalir setelah menemukan ritme permainan.
Pujian untuk Antonio Conte
Penyerang timnas Denmark itu juga menaruh hormat besar pada metode kepelatihan Antonio Conte. Menurutnya, pendekatan Conte membuatnya lebih disiplin dan terarah dibandingkan sebelumnya.
“Ketika masih di Bergamo, saya terlalu terburu-buru dan ingin menyelesaikan segalanya cepat. Sekarang saya belajar lebih sabar dan memahami peran saya,” jelasnya.
Tak Menyesal Tinggalkan MU
Hojlund menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Manchester United tidak pernah ia sesali. Ia merasa sistem permainan Conte lebih cocok dengan karakter permainannya karena memberinya suplai bola lebih banyak.
“Saya datang ke Napoli karena ingin meraih trofi. Kemenangan di Piala Super Italia membuktikan bahwa pilihan saya sudah tepat,” tegasnya.
Dengan performa yang terus meningkat, Hojlund kini semakin yakin bahwa langkahnya menuju Napoli merupakan keputusan penting dalam perjalanan kariernya.











