Handicap.co.id, Medan – Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, memilih untuk tidak menyalahkan para pemainnya setelah kekalahan yang dialami timnya dari Getafe. Ia secara terbuka menyatakan dirinya bertanggung jawab atas hasil negatif tersebut.
Pada pekan ke-26 La Liga musim 2025/2026, Los Blancos menjamu Getafe di Santiago Bernabéu dengan target meraih tiga poin penuh. Namun, meski lebih diunggulkan, Madrid justru harus mengakui keunggulan tim tamu.
Gol semata wayang yang dicetak oleh Martín Satriano menjadi penentu kemenangan Getafe dengan skor 1-0.
Arbeloa: Kekalahan Ini Tanggung Jawab Saya
Dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan, Arbeloa menegaskan bahwa ia tidak ingin mencari kambing hitam. Menurutnya, para pemain sudah bekerja keras sepanjang laga.
Ia menilai timnya tampil cukup baik, tetapi kesulitan menembus lini pertahanan rapat yang diterapkan Getafe. Karena itu, ia merasa kegagalan meraih kemenangan lebih disebabkan oleh keputusan dan instruksinya sebagai pelatih.
“Saya tidak bisa menyalahkan para pemain setelah mereka berjuang maksimal. Saya yang harus bertanggung jawab atas hasil ini,” ujarnya.
Kurang Intens Lawan Pertahanan Dalam
Arbeloa juga mengakui bahwa timnya seharusnya bisa bermain dengan tempo dan tekanan yang lebih tinggi. Ia menyebut Madrid kurang agresif dalam menghadapi lawan yang memilih bertahan dengan garis rendah.
Menurutnya, pendekatan taktis yang lebih menekan sejak awal mungkin bisa menghasilkan peluang yang lebih banyak. Ia pun memberikan apresiasi kepada Getafe yang dinilainya disiplin dan solid sepanjang pertandingan.
“Getafe tampil sangat terorganisir. Kami seharusnya menunjukkan agresivitas yang lebih besar untuk membongkar pertahanan mereka,” tambahnya.
Selisih Poin dengan Barcelona Melebar
Akibat kekalahan ini, Real Madrid semakin tertinggal dalam persaingan papan atas klasemen. Mereka kini terpaut empat poin dari rival abadinya, FC Barcelona, yang masih kokoh di puncak.
Persaingan menuju gelar La Liga pun dipastikan kian ketat, dengan setiap laga tersisa menjadi sangat krusial bagi Los Blancos.




