Handicap.id,Jakarta -Kebijakan transfer Manchester United di bawah arahan Ruben Amorim terus menjadi sorotan tajam publik Old Trafford. Datang dengan reputasi mentereng usai sukses bersama Sporting CP, Amorim membawa filosofi permainan modern dan agresif. Namun, hasil dari rekrutan yang didatangkan sang pelatih menunjukkan cerita yang beragam: sebagian tampil gemilang, sementara lainnya justru menjadi beban tim.
Rekrutan yang Langsung Bersinar di Old Trafford
Beberapa pemain yang direkrut atas rekomendasi Ruben Amorim langsung memberi dampak signifikan bagi Manchester United. Mereka mampu beradaptasi cepat dengan intensitas Premier League serta sistem taktik 3-4-3 khas Amorim.
Salah satu yang paling menonjol adalah gelandang box-to-box yang memberi keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Kontribusinya terlihat dari progresi bola, duel yang dimenangkan, hingga konsistensi dalam menjaga tempo permainan. Di lini depan, penyerang muda rekrutan baru juga mulai menunjukkan ketajaman dengan torehan gol krusial di laga besar.
Kehadiran para pemain ini membuat lini permainan United lebih cair dan agresif, sesuatu yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir.
Pemain yang Masih Angin-anginan
Namun, tidak semua rekrutan Amorim langsung tampil sesuai ekspektasi. Beberapa nama masih terlihat inkonsisten, baik karena faktor adaptasi maupun tekanan besar bermain untuk klub sekelas Manchester United.
Masalah utama terlihat pada sektor pertahanan, di mana bek anyar kerap kehilangan konsentrasi saat menghadapi transisi cepat lawan. Hal ini membuat United rentan kebobolan, terutama di menit-menit krusial pertandingan.
Selain itu, ada pula pemain yang secara statistik belum memberikan kontribusi signifikan, baik dalam bentuk gol, assist, maupun pengaruh terhadap permainan tim.
Rekrutan yang Justru Jadi Beban
Lebih disorot lagi, beberapa rekrutan Ruben Amorim mulai dianggap sebagai beban finansial dan taktis. Dengan banderol transfer dan gaji tinggi, ekspektasi besar tak mampu dibalas dengan performa di lapangan.
Cedera berulang, minim kontribusi, hingga ketidakcocokan dengan gaya bermain membuat pemain-pemain ini lebih sering menghuni bangku cadangan. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar soal efektivitas strategi transfer Manchester United di era Amorim.
Evaluasi Transfer dan Tantangan Amorim
Ruben Amorim kini dihadapkan pada tantangan besar: memaksimalkan rekrutan yang belum optimal atau melakukan perombakan skuad di bursa transfer berikutnya. Premier League yang kompetitif menuntut keputusan cepat dan tepat, terutama jika Manchester United ingin kembali bersaing di papan atas.
Manajemen klub pun diyakini akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan transfer, agar investasi besar sejalan dengan performa di lapangan.
Kesimpulan
Rekrutan Ruben Amorim di Manchester United menghadirkan dua sisi yang kontras. Ada yang bersinar dan menjadi tulang punggung tim, namun tak sedikit pula yang justru menjadi beban. Ke depan, keberhasilan Amorim akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menyempurnakan komposisi skuad dan memastikan setiap pemain benar-benar cocok dengan filosofi permainan yang ia usung.
Jika proses ini berjalan tepat, Manchester United berpeluang kembali ke jalur kejayaan yang telah lama dinantikan para pendukungnya.










