LIGA CHAMPIONS

Sejarah Suram Juventus Kembali Terjadi di Istanbul

14
×

Sejarah Suram Juventus Kembali Terjadi di Istanbul

Share this article

Galatasaray Pesta Gol di Rams Park, Juventus Pulang dengan Luka Mendalam

Sejarah Suram Juventus Kembali Terjadi di Istanbul
Sejarah Suram Juventus Kembali Terjadi di Istanbul

Handicap.co.id, Medan – Duel Liga Champions antara Galatasaray dan Juventus pada 17 Februari 2026 di Rams Park, Istanbul, berlangsung penuh tensi dan kejutan. Wakil Turki tampil luar biasa dengan kemenangan meyakinkan 5-2, hasil yang memberi mereka modal besar menjelang leg kedua di Turin.

Keberhasilan ini bukan sekadar soal kemenangan, tetapi juga menorehkan catatan penting bagi kedua klub.

Galatasaray tampil agresif dan efektif, mencetak lima gol ke gawang raksasa Italia tersebut. Sementara itu, Juventus yang identik dengan pertahanan disiplin justru harus menerima salah satu hasil terburuk mereka di kompetisi elite Eropa.

Laga berjalan terbuka dengan tempo tinggi. Kedua tim saling menekan, namun efektivitas Galatasaray di depan gawang menjadi pembeda. Kekalahan ini kembali mengingatkan publik pada catatan kelam Juventus di kancah Eropa.


Jalannya Pertandingan

Galatasaray membuka skor lebih dulu melalui Gabriel Sara pada menit ke-15, memantik semangat publik tuan rumah. Namun respons Juventus datang cepat. Teun Koopmeiners mencetak dua gol beruntun pada menit ke-16 dan ke-32, membalikkan keadaan untuk sementara.

Memasuki babak kedua, Galatasaray bangkit. Noa Lang menyamakan skor pada menit ke-49, membuat pertandingan kembali terbuka. Tekanan tuan rumah terus berlanjut hingga Davinson Sanchez membawa Galatasaray unggul 3-2 pada menit ke-60.

Petaka bagi Juventus datang di menit ke-67 ketika Juan Cabal diganjar kartu merah. Bermain dengan 10 pemain membuat lini pertahanan mereka semakin rapuh. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Galatasaray, yang kembali mencetak gol lewat Noa Lang pada menit ke-74.

Gol penutup dicetak oleh Sacha Boey pada menit ke-86, memastikan kemenangan telak 5-2. Meski tidak mencetak gol, Victor Osimhen memberi kontribusi besar dalam terciptanya dua gol terakhir Galatasaray.

Baca Juga  Bernardo Silva Dirumorkan Hijrah ke Serie A, Como Muncul sebagai Kandidat Terkuat

Catatan Rekor dan Statistik

Hasil ini menjadi momen pahit bagi Juventus. Mereka untuk kedua kalinya kebobolan lima gol atau lebih dalam satu pertandingan kompetisi Eropa, dan ini merupakan kali pertama mereka kemasukan lima gol dalam ajang Liga Champions.

Sebelumnya, kekalahan terbesar Juventus di Eropa terjadi saat tumbang 0-7 dari Wiener pada musim 1958/59.

Di sisi lain, Galatasaray mencetak lima gol di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Noa Lang mencatat prestasi sebagai pemain pertama Galatasaray yang mencetak dua gol dalam laga debut Liga Champions. Gabriel Sara juga tampil impresif dengan torehan satu gol dan satu assist, pencapaian yang terakhir kali dilakukan pemain Galatasaray sejak Wesley Sneijder pada April 2013.


Analisis Laga

Juventus yang biasanya tampil disiplin di lini belakang terlihat kesulitan meredam serangan cepat dan kombinasi tajam Galatasaray. Kartu merah Juan Cabal menjadi momentum krusial yang mengubah arah pertandingan secara signifikan.

Galatasaray menunjukkan efektivitas dan keberanian dalam menyerang, sementara Juventus perlu melakukan evaluasi besar sebelum menjalani leg kedua di Turin.

Dengan kemenangan ini, Galatasaray membawa keunggulan agregat sekaligus dorongan mental yang kuat. Juventus kini menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan. Pertandingan ini sekali lagi membuktikan bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *