LIGA INGGRISLIGA INGGRIS

Sindiran Pep Guardiola Picu Kehebohan di Manchester City

88
×

Sindiran Pep Guardiola Picu Kehebohan di Manchester City

Share this article

Komentar sarkastik Guardiola membuka kembali perdebatan tentang uang, prestasi, dan dominasi Manchester City.

Pep Guardiola
Pep Guardiola

Handicap.co.idBandung – Sebuah komentar dari Pep Guardiola mendadak menjadi perbincangan hangat di lingkungan Manchester City. Ucapannya yang terdengar santai justru menyingkap kontradiksi lama seputar klub tersebut: berlimpah dana dan penuh prestasi, tetapi tetap dibayangi keraguan publik.

Guardiola secara mengejutkan melontarkan keluhan bernada sindiran bahwa dirinya merasa kecewa dan tidak puas karena pihak manajemen Manchester City dianggap enggan mengucurkan dana lebih besar. Pernyataan itu muncul jelang leg kedua semifinal Piala Liga melawan Newcastle United pada 5 Februari. Meski terdengar seperti candaan, komentar tersebut langsung mengundang perhatian luas media Eropa.

Pelatih asal Spanyol itu menyebut dirinya “ingin berada di peringkat teratas” dalam urusan pengeluaran bersih, karena dalam lima musim terakhir Manchester City justru berada di posisi ketujuh di Premier League dalam kategori tersebut. Ia kemudian melanjutkan dengan nada sarkastik, menyinggung bahwa jika dulu City dituding meraih gelar karena belanja besar, maka kini enam klub yang mengeluarkan dana lebih tinggi seharusnya mampu memenangi Premier League, Liga Champions, dan Piala FA. “Itu fakta, bukan pendapat,” tegas Guardiola.

Ucapan itu menyentuh persoalan sensitif. Selama bertahun-tahun, kesuksesan Manchester City sering dikaitkan langsung dengan kekuatan finansial. Guardiola menyadari stigma tersebut dan memilih pendekatan yang sudah sering ia gunakan: tidak menyangkal belanja besar, tetapi menghadirkan data untuk mematahkan anggapan bahwa City beroperasi tanpa batas anggaran.

Dalam beberapa musim terakhir, City memang tetap aktif di bursa transfer. Total belanja dalam empat periode transfer terakhir mencapai sekitar 800 juta dolar, termasuk mendatangkan sejumlah nama besar seperti Antoine Semenyo dan Marc Guehi. Namun, di sisi lain, klub juga berhasil meraup sekitar 392 juta dolar dari penjualan pemain pada periode yang sama. Kondisi ini membuat posisi City turun jika dilihat dari aspek pengeluaran bersih semata.

Baca Juga  Jadwal Siaran Premier League di SCTV Hari Ini, Sabtu 3 Januari 2026

Jika dibandingkan dengan klub lain, gambaran menjadi lebih jelas. Manchester United berada di urutan teratas dalam total investasi skuad, disusul Arsenal dan Chelsea. Tottenham Hotspur, Newcastle United, serta Liverpool juga mencatat pengeluaran bersih yang lebih tinggi dibanding Manchester City dalam rentang lima tahun terakhir. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar siapa yang membelanjakan uang paling banyak, melainkan bagaimana data itu dipahami.

Guardiola sadar statistik tidak serta-merta menghapus prasangka. Namun, setidaknya data dapat menggeser narasi. Tantangan utama Manchester City saat ini bukan lagi soal apakah mereka kaya, melainkan bagaimana mempertahankan dominasi di tengah klub-klub Premier League lain yang semakin agresif dan cermat dalam belanja pemain. Ketika jarak finansial semakin menyempit, keunggulan taktik dan kedalaman skuad yang selama ini menjadi senjata utama Guardiola tidak lagi sepenuhnya tak tertandingi.

Tidak kebetulan komentar tersebut muncul di periode sulit bagi City. Mereka tertinggal enam poin dari Arsenal di klasemen liga, baru saja kehilangan keunggulan setelah sempat memimpin dua gol atas Tottenham, dan performa tim mulai berada di bawah sorotan tajam.

Sebagian media Inggris menilai Guardiola sedang mencoba mengalihkan perhatian publik. Namun, ada pula pandangan bahwa ia hanya ingin mengingatkan bahwa masa kejayaan mutlak Manchester City mungkin sudah lewat.

Pada akhirnya, jawaban sesungguhnya akan datang dari lapangan. Manchester City masih sangat dekat dengan partai final Piala Liga, tetap menjaga peluang di Liga Champions, dan belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan gelar domestik. Karena itu, sindiran Guardiola bukan sekadar gurauan. Ia kembali menegaskan pesan lamanya: di sepak bola modern, uang memang penting, tetapi cara dan waktu menggunakannya jauh lebih menentukan siapa yang benar-benar menjadi pemenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *