LIGA CHAMPIONS

UEFA Selidiki Dugaan Rasisme ke Vinicius, Prestianni Terancam Sanksi Tegas

47
×

UEFA Selidiki Dugaan Rasisme ke Vinicius, Prestianni Terancam Sanksi Tegas

Share this article

Insiden di Estadio da Luz saat Benfica vs Real Madrid berbuntut panjang, UEFA resmi buka investigasi terhadap dugaan ujaran rasis kepada Vinicius Junior.

UEFA Selidiki Dugaan Rasisme ke Vinicius, Prestianni Terancam Sanksi Tegas
UEFA Selidiki Dugaan Rasisme ke Vinicius, Prestianni Terancam Sanksi Tegas

Handicap.co.id, Jambi Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi membuka penyelidikan atas dugaan tindakan rasisme yang melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.

Peristiwa tersebut terjadi dalam laga play-off Liga Champions musim 2025-2026 antara Benfica melawan Real Madrid yang digelar di Estadio da Luz pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Gol dan Selebrasi yang Picu Ketegangan

Ketegangan bermula pada menit ke-50 saat Vinicius sukses membobol gawang tuan rumah lewat gol spektakuler. Seusai mencetak gol, winger asal Brasil itu melakukan selebrasi dengan menari di dekat bendera pojok lapangan.

Aksi tersebut memancing reaksi keras dari suporter Benfica yang langsung melayangkan siulan dan cemoohan dari tribun. Wasit pertandingan, Francois Letexier, menilai selebrasi itu berlebihan dan memutuskan memberi kartu kuning kepada Vinicius.

Dugaan Ucapan Rasis

Situasi memanas ketika pertandingan akan kembali dilanjutkan. Vinicius terlihat berdiri sangat dekat dengan Gianluca Prestianni, pemain muda Benfica asal Argentina yang kerap dijuluki sebagai “Junior Lionel Messi”.

Sorotan kamera menangkap momen ketika Prestianni menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius. Tak lama berselang, Vinicius langsung menghampiri wasit dan melaporkan dugaan adanya ucapan bernada rasis yang diarahkan kepadanya.

Laporan tersebut kini menjadi perhatian serius UEFA. Otoritas sepak bola Eropa itu dikabarkan akan mengumpulkan bukti berupa rekaman pertandingan, laporan ofisial laga, serta keterangan dari kedua kubu sebelum menjatuhkan keputusan.

Ancaman Sanksi Berat

Jika tuduhan tersebut terbukti, Prestianni berpotensi menerima hukuman berat sesuai regulasi disiplin UEFA terkait tindakan diskriminatif. Sanksi dapat berupa larangan bermain dalam beberapa pertandingan hingga denda besar bagi pemain maupun klub.

Kasus ini kembali menyoroti isu rasisme dalam sepak bola Eropa, terutama setelah Vinicius sebelumnya juga beberapa kali menjadi korban perlakuan serupa di berbagai kompetisi.

Baca Juga  Tertinggal lebih dulu, Atalanta bangkit dengan permainan agresif dan efektivitas tinggi untuk membungkam Borussia Dortmund 4-1 serta memastikan tiket ke babak 16 besar UEFA Champions League.

UEFA menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk diskriminasi demi menjaga integritas dan nilai sportivitas dalam kompetisi antarklub Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *