Handicap.co.id, Bandung – Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, melayangkan kritik tajam kepada Jose Mourinho menyusul polemik dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior. Insiden itu terjadi dalam laga play-off fase gugur Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan Bundesliga, Kompany menegaskan dukungannya kepada Vinicius dan menilai Mourinho telah keliru karena menyinggung karakter sang pemain. Menurut Kompany, reaksi emosional Vinicius justru menunjukkan adanya peristiwa serius yang tidak bisa dianggap remeh.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Vinicius melaporkan bahwa pemain Benfica, Gianluca Prestianni, mengucapkan kata bernuansa rasis kepadanya setelah gol pada babak kedua. Kesaksian itu diperkuat oleh rekan setimnya, Kylian Mbappe, yang mengaku mendengar langsung ucapan tersebut.
Wasit asal Prancis, Francois Letexier, sempat menghentikan laga selama 11 menit dengan mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA. Pertandingan kemudian dilanjutkan dan Prestianni tetap bermain hingga akhir. Real Madrid menang tipis 1-0. Saat ini, Prestianni berada dalam proses penyelidikan UEFA dan membantah tuduhan rasisme.
Kompany: Serangan terhadap Karakter
Kompany menilai sikap Vinicius di lapangan tak mungkin dibuat-buat. “Tidak ada keuntungan baginya melapor ke wasit dan menanggung beban sebesar itu bila tidak ada kejadian,” ujarnya kepada The Independent (20/2/2026). Ia juga menyinggung adanya gestur bernuansa rasial dari sebagian suporter yang terekam video.
Yang paling disesalkan Kompany adalah pernyataan Mourinho selepas laga. Pelatih asal Portugal itu menilai Vinicius tidak merayakan gol dengan “respek” dan menyebut Benfica mustahil rasis karena legenda mereka, Eusebio, merupakan pemain kulit hitam.
“Komentar itu pada dasarnya menyerang karakter Vini Jr. Ini kesalahan besar dalam kepemimpinan,” tegas Kompany. Ia mempertanyakan pemahaman Mourinho tentang sejarah dan pengalaman pemain kulit hitam pada era 1960-an, termasuk apa yang dialami Eusebio di laga tandang.
Reaksi Publik Menguat
Ucapan Mourinho memicu kritik dari berbagai pihak. Dalam tayangan Amazon Prime, Wayne Rooney menyebut pernyataan itu tidak adil. Clarence Seedorf menilai komentar tersebut berbahaya karena bisa dianggap membenarkan rasisme saat seseorang merasa diprovokasi.
Meski demikian, Kompany tetap menyatakan respek pribadinya kepada Mourinho. “Saya mengerti dia membela klubnya dan saya tahu dia pribadi yang baik. Namun, kali ini dia keliru. Semoga kejadian ini tidak terulang dan kita bisa melangkah maju bersama,” ujarnya.
Insiden ini kembali menegaskan bahwa isu rasisme masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Eropa, bahkan di level kompetisi tertinggi.



