Handicap.co.id, Bandung – Penjaga gawang Andritany Ardhiyasa menilai dua gol yang bersarang ke gawang Persija Jakarta saat menghadapi Malut United merupakan bagian dari dinamika permainan sepak bola yang melibatkan seluruh tim.
Meski demikian, kiper berusia 34 tahun tersebut tidak menutup mata terhadap perannya dalam terciptanya gol lawan. Ia mengaku siap memikul tanggung jawab dan menjadikan momen tersebut sebagai bahan pembelajaran ke depan.
Dalam pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/2026) malam WIB, Persija berhasil membawa pulang kemenangan tipis 3-2 atas tuan rumah.
Jalannya Pertandingan
Persija unggul lebih dulu lewat gol Alaeddine Ajaraie pada menit ke-7 setelah menerima umpan dari Bruno Tubarao. Keunggulan tersebut diperbesar oleh Jordi Amat pada menit ke-28 berkat assist Allano Lima. Gol ketiga Persija dicetak Fabio Calonego pada menit ke-79, kembali melalui kontribusi Allano Lima.
Sementara itu, Malut United mampu memperkecil ketertinggalan melalui Ciro Alves pada menit ke-77 setelah menerima umpan Frets Butuan. Empat menit berselang, David Da Silva mencetak gol kedua Malut United lewat assist Yance Sayuri.
Kedua gol tuan rumah tercipta dari skema umpan silang yang membuat Andritany sulit bereaksi, sehingga hanya bisa melihat bola masuk ke gawang.
Pengakuan Andritany Ardhiyasa
Andritany menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali dipercaya tampil musim ini, termasuk pada laga-laga sebelumnya. Ia menyadari bahwa sebagai kiper, posisinya selalu menjadi sorotan ketika terjadi kebobolan.
Menurutnya, dua gol tersebut tidak bisa dilepaskan dari kesalahan pribadi yang masih bisa dianalisis lebih lanjut oleh tim pelatih, terutama terkait keputusan apakah ia perlu keluar untuk memotong bola atau tetap bertahan di garis gawang.
Ia menegaskan bahwa situasi tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi dirinya sebagai penjaga gawang utama tim.
Kembali Jadi Pilihan Utama
Belakangan ini, Andritany kembali mengamankan posisi kiper utama Persija setelah menggeser Carlos Eduardo. Keputusan ini diambil agar tim bisa memaksimalkan kuota tujuh pemain asing di sektor pemain lapangan.
Dari tujuh pertandingan yang sudah dijalaninya musim ini, Andritany mencatatkan tiga kali nirbobol dan kebobolan tujuh gol. Catatan tersebut tetap menjadi bahan perbaikan agar performanya semakin stabil pada laga-laga berikutnya.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai penjaga gawang bukan hanya menjaga gawang tetap aman, tetapi juga terus berkembang melalui evaluasi dan pembelajaran dari setiap pertandingan.







