Handicap.co.id, Medan – Laga Derby della Madonnina kembali berlangsung dengan tensi tinggi hingga peluit akhir. AC Milan berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Inter Milan, namun pertandingan ditutup dengan suasana panas akibat sejumlah keputusan wasit yang diperdebatkan.
Drama terjadi pada menit-menit akhir ketika Inter berusaha keras mencetak gol penyeimbang. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Nerazzurri justru berujung pada protes keras terhadap keputusan perangkat pertandingan.
Beberapa kejadian di dalam kotak penalti Milan serta lamanya waktu tambahan menjadi sorotan utama dari kubu Inter. Situasi ini membuat para pemain hingga staf pelatih bereaksi keras setelah laga berakhir.
Protes Inter Usai Peluit Akhir
Kemarahan dari pihak Inter muncul segera setelah wasit Daniele Doveri meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Kekalahan 0-1 dari rival sekota mereka membuat bangku cadangan Nerazzurri langsung memprotes keputusan sang wasit.
Keluhan terbesar berkaitan dengan beberapa kontak yang terjadi di area penalti Milan pada penghujung laga. Momen tersebut terjadi ketika Inter sedang berupaya keras menyamakan skor setelah Milan unggul melalui gol tunggal Estupinan.
Selain itu, Inter juga mempertanyakan durasi waktu tambahan yang dianggap tidak cukup. Tim yang kini dilatih Cristian Chivu merasa enam menit tambahan waktu tidak cukup untuk menggantikan berbagai gangguan yang terjadi selama babak kedua.
Seusai pertandingan, beberapa staf Inter terlihat mendekati ofisial pertandingan untuk menyampaikan protes. Salah satunya adalah asisten pelatih Aleksandr Kolarov, yang sebelumnya juga sempat memperlihatkan ketidakpuasan dari pinggir lapangan.
Dugaan Handball Ricci Jadi Sorotan
Situasi semakin memanas pada menit-menit terakhir pertandingan, terutama setelah beberapa kemelut terjadi di dalam kotak penalti Milan akibat rangkaian sepak pojok.
Salah satu momen yang paling diprotes oleh kubu Inter adalah dugaan handball yang melibatkan gelandang Milan, Samuele Ricci. Bola hasil sundulan pemain Inter, Denzel Dumfries, terlihat mengenai lengan kanan Ricci.
Meski demikian, wasit Doveri yang berada cukup dekat dengan kejadian memutuskan tidak memberikan penalti. Ia menilai Ricci tidak memperlebar posisi tubuhnya sehingga insiden tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran.
Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan setelah duel antara Pio Esposito dan De Winter. Bola kemudian keluar lapangan dan menghasilkan sepak pojok untuk Inter.
Dari situasi tersebut, Inter sebenarnya sempat mencetak gol melalui Carlos Augusto. Namun gol tersebut tidak disahkan karena wasit telah lebih dahulu menghentikan permainan. Doveri meniup peluit ketika umpan sepak pojok dari Federico Dimarco masih berada di udara.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan atmosfer panas di lapangan. Beberapa pemain dan staf Inter, termasuk kapten Lautaro Martinez yang tidak bermain dalam laga tersebut, turut menyampaikan protes kepada wasit.
Kemenangan ini membuat AC Milan berhasil memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen menjadi tujuh poin.











