Handicap.co.id, Medan – Kisah gagalnya kepulangan Lionel Messi ke Barcelona pada tahun 2023 kembali menjadi pembahasan. Kali ini, pernyataan datang dari mantan pelatih Blaugrana, Xavi Hernandez, yang mengungkap detail di balik negosiasi tersebut.
Dalam wawancara yang dilakukan menjelang pemilihan presiden Barcelona, Xavi mengungkapkan bahwa proses untuk membawa Messi pulang sebenarnya hampir mencapai tahap akhir. Namun, rencana tersebut pada akhirnya tidak pernah terwujud.
Menurut Xavi, kegagalan transfer itu bukan disebabkan oleh masalah finansial atau regulasi liga seperti yang banyak diberitakan sebelumnya. Ia justru menyebut keputusan tersebut datang langsung dari presiden klub, Joan Laporta.
Negosiasi Messi Disebut Hampir Rampung
Xavi menjelaskan bahwa komunikasi dengan Messi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun 2023, tidak lama setelah kapten Argentina itu sukses membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Ia mengatakan bahwa Messi menunjukkan minat besar untuk kembali ke klub yang telah membesarkan namanya sejak akademi La Masia. Xavi bahkan sempat membayangkan kepulangan itu sebagai penutup karier yang istimewa bagi sang legenda.
Dalam pembicaraan dengan ayah Messi, Jorge Messi, Xavi menggambarkan rencana tersebut sebagai momen “one last dance”, seperti kisah terakhir Michael Jordan di dunia basket.
Meski pembicaraan berlangsung cukup intens selama beberapa bulan, kepindahan tersebut tidak pernah terwujud. Pada musim panas 2023, Messi akhirnya memilih melanjutkan karier di Inter Miami setelah kontraknya bersama Paris Saint-Germain berakhir.
Xavi Menyebut Laporta yang Menghentikan Kesepakatan
Dalam wawancara tersebut, Xavi juga menyatakan bahwa kesepakatan untuk memulangkan Messi sebenarnya sudah hampir tercapai. Bahkan menurutnya, La Liga sudah memberikan lampu hijau terkait kemungkinan transfer tersebut.
Xavi mengungkap bahwa sejak Januari 2023 ia sudah melakukan komunikasi langsung dengan Messi. Saat itu, pemain berusia 36 tahun tersebut disebut sangat tertarik untuk kembali ke Camp Nou.
Pembicaraan antara keduanya terus berlangsung hingga sekitar Maret. Xavi bahkan sudah bersiap menyampaikan kepada presiden klub ketika Messi benar-benar memberikan keputusan final.
Namun rencana itu berubah setelah presiden klub terlibat langsung dalam pembahasan kontrak bersama pihak keluarga Messi.
Negosiasi dengan Keluarga Messi
Xavi menyebut bahwa proses diskusi juga sudah melibatkan ayah Messi sebagai perwakilan sang pemain. Bahkan pihak klub disebut sudah mendapat persetujuan dari La Liga terkait rencana tersebut.
Namun pada akhirnya, keputusan berbeda justru datang dari presiden Barcelona. Laporta disebut memilih membatalkan rencana kepulangan Messi.
Menurut Xavi, Laporta sempat menjelaskan alasannya. Ia mengatakan bahwa jika Messi kembali, hal itu bisa memicu tekanan dan konflik besar yang akan diarahkan kepada dirinya sebagai presiden klub.
Situasi tersebut membuat proses transfer mendadak berhenti. Bahkan komunikasi antara Xavi dan Messi sempat terputus setelah kabar tersebut sampai kepada sang pemain.
Xavi mengaku sempat menghubungi Jorge Messi untuk menjelaskan situasi yang terjadi. Namun ia mendapat jawaban agar membicarakan hal itu langsung dengan presiden klub.
Hubungan Xavi dan Messi Sempat Memburuk
Kegagalan transfer tersebut juga sempat berdampak pada hubungan pribadi antara Xavi dan Messi. Kapten timnas Argentina itu sempat mengira bahwa Xavi ikut terlibat dalam keputusan yang menggagalkan kepulangannya ke Barcelona.
Akibat kesalahpahaman itu, komunikasi di antara keduanya sempat terhenti untuk beberapa waktu. Meski demikian, hubungan mereka akhirnya kembali membaik setelah situasinya dijelaskan.
Xavi mengatakan Messi kini sudah memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik kegagalan transfer tersebut. Namun ia tetap menilai situasi tersebut sangat disayangkan karena keputusan berada di tangan pihak yang memiliki otoritas di klub.
Ia bahkan menilai peluang Messi kembali ke Barcelona akan sangat sulit terwujud selama kepemimpinan Joan Laporta masih berlangsung.





