Handicap.co.id, Bandung – Kekalahan 0-2 dari Como di Allianz Stadium, Sabtu malam, menyulut kemarahan besar pendukung Juventus. Bukan hanya karena tumbang di kandang sendiri, hasil itu juga mengakhiri rangkaian 21 pertandingan tanpa kekalahan di markas mereka.
Sejak peluit akhir dibunyikan, stadion dipenuhi siulan dan cemoohan. Suporter terlihat frustrasi menyaksikan performa tim saat menghadapi Como yang ditangani Cesc Fabregas. Catatan kandang impresif Juventus pun terhenti, setelah sebelumnya bertahan sejak Maret 2025 ketika mereka terakhir kali kalah telak dari Atalanta.
Amarah Suporter Juventus
Isyarat kekecewaan sudah muncul sejak turun minum. Ketika Juventus tertinggal satu gol, pemain langsung disambut siulan dari tribun. Alih-alih membaik, tensi justru meningkat di babak kedua.
Puncaknya terjadi saat Maxence Caqueret menggandakan keunggulan Como. Teriakan “show some balls” menggema, mendesak tim bermain dengan keberanian, determinasi, dan semangat juang lebih tinggi. Namun, reaksi di lapangan tidak kunjung terlihat. Permainan Juventus tetap tumpul dan minim ancaman.
Sebagian penonton memilih meninggalkan stadion sebelum laga usai. Setelah peluit panjang, cemoohan kembali mengiringi langkah para pemain, menegaskan kekecewaan publik Turin.
Tren Negatif
Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Juventus. Di semua ajang, mereka kini mencatat tiga kekalahan beruntun. Di liga, raihan poin juga seret—hanya satu angka dari tiga pertandingan terakhir.
Agenda berat sudah menanti. Juventus akan menjamu Galatasaray pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions, setelah sebelumnya kalah 2-5 di Turki. Selepas itu, mereka bertandang ke markas Roma pada pekan ke-27 Serie A. Dua laga ini menjadi ujian penting untuk meredam krisis sekaligus memulihkan kepercayaan suporter.
Sumber: Football Italia











