Handicap.co.id, Medan – Barcelona hampir saja menciptakan kebangkitan luar biasa saat menjamu Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey. Bermain agresif sejak awal, Blaugrana sukses menang 3-0. Namun hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kalah 0-4 di leg pertama, sehingga mereka tersingkir dengan agregat 3-4.
Dua gol Marc Bernal serta satu gol dari titik penalti yang dicetak Raphinha sempat membangkitkan optimisme publik tuan rumah. Sayangnya, satu gol tambahan yang dibutuhkan untuk memaksakan perpanjangan waktu tak berhasil tercipta meski tekanan terus dilakukan hingga laga usai.
Atletico Madrid yang sudah mengantongi keunggulan besar pada pertemuan pertama tampil disiplin menjaga pertahanan. Tim asuhan Diego Simeone itu pun memastikan satu tiket ke partai final dan akan menghadapi pemenang laga Real Sociedad kontra Athletic Club.
Barcelona Menekan Sejak Awal
Datang dengan defisit empat gol membuat Barcelona tak punya pilihan selain tampil menyerang total. Sejak menit pertama, tekanan tinggi langsung diberikan ke lini pertahanan Atletico.
Raphinha hampir membuka keunggulan lebih cepat ketika tembakannya hanya menyentuh sisi luar jaring. Ferran Torres mendapat dua peluang emas, sementara Alejandro Balde yang masuk menggantikan Jules Kounde karena cedera ikut menambah intensitas serangan.
Gol pertama akhirnya tercipta pada menit ke-29. Lamine Yamal melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum memberikan ruang bagi Marc Bernal yang tanpa pengawalan sukses menuntaskan peluang menjadi gol.
Gol tersebut memantik semangat baru bagi Barcelona. Harapan untuk mengulang keberhasilan musim lalu sempat muncul, meski tantangan kali ini jauh lebih berat.
Penalti dan Gol Tambahan Tak Cukup
Atletico sempat mengancam lewat Antoine Griezmann yang mengenai tiang sebelum dianulir karena offside. Ademola Lookman juga memperoleh peluang, namun penyelesaiannya belum tepat sasaran.
Menjelang turun minum, pelanggaran terhadap Pedri di dalam kotak penalti berbuah hadiah penalti. Raphinha dengan tenang menaklukkan Juan Musso untuk memperkecil selisih agregat.
Memasuki babak kedua, Julian Alvarez memaksa kiper Barcelona melakukan penyelamatan krusial. Namun, Bernal kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol keduanya malam itu setelah menerima umpan Joao Cancelo.
Barcelona terus menggempur dengan memasukkan Marcus Rashford dari bangku cadangan. Peluang terbaik lahir dari sepakan melengkung Gerard Martin yang tipis melayang di atas mistar gawang.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 3-0 tak berubah. Barcelona menang meyakinkan di leg kedua, namun tetap harus mengakui keunggulan agregat Atletico Madrid yang melaju ke final.
Statistik Pertandingan
Tembakan: 21 – 7
Tembakan tepat sasaran: 9 – 2
Penguasaan bola: 71% – 29%
Operan: 616 – 212
Akurasi operan: 90% – 74%
Pelanggaran: 9 – 7
Offside: 3 – 4
Kartu kuning: 3 – 1
Kartu merah: 0 – 0
Tendangan sudut: 15 – 0
Susunan Pemain
Barcelona (4-2-3-1):
Joan Garcia; Joao Cancelo, Gerard Martin, Pau Cubarsi, Jules Kounde; Pedri, Marc Bernal; Raphinha, Fermin Lopez, Lamine Yamal; Ferran Torres.
Atletico Madrid (4-4-2):
Juan Musso; Matteo Ruggeri, David Hancko, Marc Pubill, Marcos Llorente; Ademola Lookman, Koke, Johnny Cardoso, Giuliano Simeone; Julian Alvarez, Antoine Griezmann.











