Handicap.co.id, Medan – Manchester – Erling Haaland akhirnya angkat bicara usai Manchester City menelan kekalahan pahit dan memalukan di ajang Liga Champions. Striker andalan asal Norwegia itu secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar serta mengakui dirinya turut bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diterima The Citizens.
Manchester City harus tersingkir dengan cara yang mengecewakan setelah gagal tampil maksimal di laga krusial Liga Champions. Hasil tersebut langsung memicu gelombang kritik, tidak hanya kepada lini pertahanan, tetapi juga ke barisan depan yang dinilai kurang tajam, termasuk Haaland.
Haaland Akui Tampil di Bawah Standar
Dalam pernyataannya kepada media, Erling Haaland tak mencoba bersembunyi di balik alasan apa pun. Ia mengakui performanya jauh dari ekspektasi dan gagal memberikan dampak besar di momen penting.
“Saya harus jujur. Saya tidak tampil cukup baik dan saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini,” ujar Haaland.
Pemain berusia 25 tahun itu menegaskan bahwa sebagai ujung tombak, dirinya punya kewajiban untuk mencetak gol dan membantu tim keluar dari tekanan. Namun, hal tersebut gagal ia lakukan di laga penentuan.
Kekalahan yang Menyakitkan bagi Manchester City
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena Manchester City datang dengan status favorit. Pasukan Pep Guardiola sebelumnya digadang-gadang mampu melangkah jauh, bahkan mempertahankan dominasi mereka di Eropa.
Namun, di lapangan, City justru tampil di bawah performa terbaiknya. Minim kreativitas, penyelesaian akhir yang tumpul, serta kurangnya ketenangan di lini belakang menjadi kombinasi fatal yang berujung kekalahan telak.
Janji Bangkit dari Haaland
Meski kecewa, Haaland menegaskan bahwa dirinya tidak akan larut dalam kegagalan. Ia berjanji akan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik di sisa musim.
“Kami harus belajar dari ini. Saya akan bekerja lebih keras dan memastikan kami kembali lebih kuat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons beragam dari fans. Sebagian mengapresiasi sikap tanggung jawab Haaland, sementara lainnya berharap sang bomber bisa membuktikannya lewat performa di pertandingan selanjutnya.
Fokus ke Kompetisi Domestik
Dengan tersingkirnya Manchester City dari Liga Champions, fokus kini beralih ke kompetisi domestik. Premier League dan turnamen lainnya menjadi target realistis bagi Guardiola dan anak asuhnya untuk menutup musim dengan prestasi.
Bagi Haaland, tekanan jelas semakin besar. Namun, jika melihat rekam jejaknya, striker Norwegia itu kerap bangkit setelah momen sulit. Kini, publik menunggu apakah permintaan maafnya akan dibayar lunas dengan gol dan kemenangan.









