Handicap.co.id, Medan – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski gagal melangkah ke final Copa del Rey musim 2025/2026. Menurutnya, para pemain sudah menunjukkan karakter dan semangat juang tinggi pada leg kedua semifinal.
Pada pertandingan yang digelar dini hari tadi, Barcelona menjamu Atlético Madrid dengan misi berat. Kekalahan 0-4 di leg pertama membuat Blaugrana harus mengejar defisit besar jika ingin membalikkan keadaan.
Barcelona tampil agresif sejak menit awal dan berhasil mengamankan kemenangan 3-0. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mengubah agregat, yang tetap 4-3 untuk keunggulan Atletico. Alhasil, langkah Barcelona pun terhenti di babak semifinal.
Bangga Meski Tersingkir
Flick mengakui situasi ini terasa pahit. Menang dengan skor meyakinkan tetapi tetap gagal lolos tentu menghadirkan perasaan campur aduk di ruang ganti.
Meski demikian, pelatih asal Jerman itu menilai timnya sudah memperlihatkan keberanian dan determinasi tinggi sepanjang laga. Ia juga memberikan pujian khusus kepada para pemain muda binaan akademi La Masia yang dinilainya tampil impresif dalam pertandingan krusial tersebut.
Menurut Flick, performa tim pada leg kedua menjadi bukti bahwa Barcelona berada di jalur yang tepat, meskipun hasil akhir belum berpihak kepada mereka.
Diminta Segera Fokus ke Depan
Lebih lanjut, Flick menegaskan bahwa timnya tak boleh terlalu lama meratapi kegagalan. Jadwal padat sudah menanti dan konsentrasi penuh dibutuhkan untuk menghadapi sisa musim.
Ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi timnya karena harus bermain setiap dua hingga tiga hari. Oleh karena itu, pemulihan kondisi fisik dan mental menjadi prioritas utama sebelum kembali berlaga.
Tantangan Berikutnya di La Liga
Setelah tersingkir dari Copa del Rey, Barcelona kini mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Pada akhir pekan ini, mereka dijadwalkan bertandang ke San Mames untuk menghadapi Athletic Bilbao dalam lanjutan La Liga.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Barcelona untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan tetap kompetitif hingga akhir musim.











