DUNIA

Jose Mourinho Bangga Benfica Tumbangkan Real Madrid: Momen Spesial di Liga Champions

40
×

Jose Mourinho Bangga Benfica Tumbangkan Real Madrid: Momen Spesial di Liga Champions

Share this article

Kemenangan bersejarah atas Real Madrid dinilai Jose Mourinho sebagai hasil kualitas permainan Benfica, bukan sekadar keberuntungan.

Jose Mourinho menegaskan kemenangan Benfica atas Real Madrid menjadi momen prestisius yang penuh emosi dan kebanggaan di Liga Champions.
Jose Mourinho menegaskan kemenangan Benfica atas Real Madrid menjadi momen prestisius yang penuh emosi dan kebanggaan di Liga Champions.

handicap.co.id, Jakarta – Matchday kedelapan Liga Champions 2025/2026 menjadi malam bersejarah bagi Benfica. Klub raksasa Portugal itu tampil impresif saat berhasil menaklukkan Real Madrid, hasil yang bukan hanya menjaga peluang mereka di kompetisi Eropa, tetapi juga menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi sang pelatih, Jose Mourinho.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa mengingat latar belakang Mourinho yang memiliki ikatan panjang dengan Los Blancos. Seusai pertandingan, pernyataan pelatih berusia 63 tahun itu langsung menyedot perhatian publik, terutama ketika ia menegaskan bahwa hasil tersebut lahir dari kualitas permainan, bukan faktor keberuntungan.

“Saya rasa kemenangan ini sepenuhnya layak kami dapatkan. Kylian punya dua peluang dan mencetak dua gol. Bagi Benfica, bisa mengalahkan Real Madrid adalah sebuah pencapaian luar biasa,” ujar Mourinho.

Ia juga menyinggung jarak waktu panjang sejak Benfica terakhir kali berjumpa Madrid di level tertinggi Eropa. “Sudah lama mereka tidak menghadapi Real Madrid, sejak era ketika Benfica tampil di final Liga Champions. Ini sangat penting untuk prestise klub dan para pemain. Selanjutnya, entah menghadapi Madrid lagi atau Inter,” tambahnya.

Emosi Usai Laga dan Hubungan Baik dengan Arbeloa

Jose Mourinho turut menjelaskan momen emosional yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi, termasuk interaksinya dengan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. Menurutnya, situasi tersebut merupakan bagian alami dari dunia sepak bola.

“Saya merayakan kemenangan. Namun Alvaro adalah sosok sepak bola sejati. Dia paham bahwa dalam momen seperti itu, Anda bisa lupa siapa yang ada di bangku cadangan atau siapa yang berada di sekitar Anda,” kata Mourinho.

Ia menambahkan bahwa Arbeloa menunjukkan sikap dewasa dan penuh pengertian. “Dia mengatakan kepada saya agar tidak perlu khawatir,” lanjutnya.

Baca Juga  Bintang Muda Rossoneri Samai Rekor Beckham yang Bertahan Puluhan Tahun di Milan

Pernyataan tersebut mencerminkan adanya rasa saling menghormati di antara dua pelatih yang sama-sama memahami tekanan tinggi di panggung Liga Champions.

Mourinho: Benfica Menang karena Hebat, Bukan karena Madrid Buruk

Ketika ditanya soal kemungkinan Real Madrid tampil di bawah standar, Mourinho langsung menepis narasi tersebut. Ia lebih memilih menyoroti performa solid yang ditampilkan anak asuhnya sepanjang pertandingan.

“Saya melihat Benfica bermain sangat luar biasa. Saya mengerti Anda lebih tertarik menganalisis Madrid, tapi kami menjalani pertandingan yang hebat,” tegas Mourinho.

Ia mengakui kualitas individu Madrid tetap berbahaya. “Saya sudah bilang kepada para pemain bahwa mereka bisa membunuh Anda kapan saja, dan Mbappe memang melakukannya. Namun kami tetap memainkan permainan kami dengan sangat baik.”

“Ini adalah penampilan terbaik kami di Liga Champions musim ini. Saat melawan Madrid, jika Anda tidak bermain sempurna, maka peluang menang hampir tidak ada,” tambahnya.

Percakapan Khusus Mourinho dengan Dean Huijsen

Di balik kemenangan besar tersebut, Mourinho juga berbagi cerita personal soal pertemuannya dengan Dean Huijsen di lorong stadion. Keduanya memang memiliki hubungan dekat sejak masih bekerja sama di AS Roma.

“Dean adalah mantan pemain saya. Dia juga teman dekat anak-anak saya. Keluarga kami saling mengenal dengan sangat baik, jadi hubungan kami sangat dekat,” ungkap Mourinho.

Keduanya sempat membicarakan jalannya pertandingan. “Dia terlihat kecewa, dan saya mengatakan bahwa mereka sebenarnya beruntung hanya kalah dengan selisih dua gol. Hasilnya bisa saja lebih besar,” tutupnya.

Kemenangan atas Real Madrid ini bukan sekadar tiga poin bagi Benfica. Hasil tersebut menjadi bukti kuat pengaruh Jose Mourinho di laga-laga besar Eropa—menggabungkan emosi, strategi matang, serta mentalitas juara yang khas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *