LIGA ITALIA

Marcus Thuram Disorot Usai Gagal Maksimalkan Peluang di San Siro

60
×

Marcus Thuram Disorot Usai Gagal Maksimalkan Peluang di San Siro

Share this article

Marcus Thuram menjadi sorotan tajam media Italia setelah gagal memaksimalkan peluang emas saat Inter Milan bermain imbang melawan Atalanta di San Siro, sementara Carlos Augusto justru tampil impresif di lini pertahanan.

Marcus Thuram Disorot Usai Gagal Maksimalkan Peluang di San Siro
Marcus Thuram Disorot Usai Gagal Maksimalkan Peluang di San Siro

handicap.co.id, Jakarta – Penyerang Marcus Thuram menjadi sasaran kritik dari sejumlah media Italia setelah penampilannya dianggap kurang memuaskan saat Inter Milan bermain imbang 1-1 melawan Atalanta di Stadion San Siro dalam lanjutan Serie A.

Striker asal Prancis tersebut dinilai gagal memberikan kontribusi maksimal bagi timnya, terutama dalam memanfaatkan peluang penting yang seharusnya bisa membawa Inter meraih kemenangan di laga tersebut.

Nilai Terendah dari Media Italia

Media olahraga Italia, Corriere dello Sport, memberikan nilai sangat rendah kepada Thuram, yakni 4,5. Penilaian ini menjadi salah satu yang terburuk di antara seluruh pemain yang tampil dalam pertandingan tersebut.

Meski sempat berperan dalam proses terciptanya gol pembuka bagi Nerazzurri, performa Thuram secara keseluruhan dianggap belum memuaskan. Ia dinilai kurang tajam di lini depan dan gagal memanfaatkan peluang emas yang datang di momen penting pertandingan.

Kesempatan terbaik datang ketika Thuram berhadapan langsung dengan penjaga gawang Marco Carnesecchi. Dalam situasi satu lawan satu tersebut, ia gagal menaklukkan sang kiper sehingga peluang emas untuk menambah keunggulan Inter pun terbuang sia-sia.

Peluang Terbuang Dinilai Merugikan Inter

Kegagalan Thuram mencetak gol kedua dinilai sangat merugikan bagi Inter. Saat ini klub asal Milan tersebut sedang berusaha mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara liga musim ini.

Andai peluang itu berhasil dikonversi menjadi gol, Inter berpotensi mengunci kemenangan penting yang dapat memperkuat posisi mereka dalam persaingan gelar. Namun hasil imbang justru membuat tekanan dalam perebutan Scudetto semakin meningkat.

Suasana di stadion pun sempat diwarnai reaksi kecewa dari para pendukung tuan rumah. Beberapa kali terdengar sorakan dari tribun yang ditujukan kepada Thuram sepanjang jalannya pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Baca Juga  Striker Kanada itu menjawab kritik dengan performa konsisten dan kontribusi penting di momen krusial.

Dalam ulasannya, Corriere dello Sport menilai kontribusi Thuram belum cukup untuk menutupi kesalahan yang dibuatnya di depan gawang lawan.

“Ia memang terlibat dalam proses gol pertama timnya, tetapi kegagalannya mencetak gol kedua saat sudah berhadapan langsung dengan kiper menjadi tanggung jawab besar. Kesalahan itu sangat mahal bagi tim,” tulis media tersebut.

Carlos Augusto Justru Bersinar

Di sisi lain, penampilan gemilang justru ditunjukkan oleh bek asal Brasil, Carlos Augusto. Ia dipercaya mengisi posisi bek tengah kiri menggantikan Alessandro Bastoni dan mampu menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Carlos Augusto tampil solid dalam menjaga lini pertahanan Inter sekaligus aktif membantu serangan dari sisi kiri. Berkat performanya tersebut, ia mendapat nilai tertinggi dari Corriere dello Sport, yakni 7.

Penampilan stabil sang bek dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Inter tetap mampu mengimbangi permainan Atalanta hingga laga berakhir imbang.

Pemain Pengganti Juga Tak Luput dari Kritik

Selain Thuram, satu pemain lain yang juga mendapat sorotan adalah Ange-Yoan Bonny. Pemain yang masuk sebagai pengganti itu memperoleh nilai 5 dari media Italia.

Bonny masuk menggantikan pencetak gol Inter, Francesco Pio Esposito, namun kontribusinya dianggap belum maksimal. Ia dinilai kurang menunjukkan intensitas dan determinasi yang dibutuhkan untuk membantu tim menambah keunggulan.

Penilaian tersebut semakin menegaskan bahwa lini depan Inter pada pertandingan tersebut belum tampil pada level terbaiknya.

Dengan persaingan di papan atas Serie A yang semakin ketat, Inter tentu membutuhkan performa lebih tajam dari para penyerangnya pada laga-laga berikutnya agar peluang meraih Scudetto tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *