handicap.co.id, Jakarta – Masa depan Marc-André ter Stegen akhirnya menemukan kejelasan. Kiper berusia 33 tahun ini dikabarkan menolak tawaran dari klub Premier League dan memutuskan melanjutkan kariernya di Spanyol dengan status pinjaman bersama Girona.
Musim ini menjadi periode yang menantang bagi Ter Stegen. Di bawah arahan pelatih baru Barcelona, Hansi Flick, posisinya sebagai kiper utama tergeser. Hingga saat ini, Ter Stegen baru tampil satu kali di semua kompetisi, situasi yang jauh dari ideal bagi seorang penjaga gawang berpengalaman sekelasnya.
Minimnya kesempatan bermain membuat Ter Stegen mempertimbangkan langkah strategis agar tetap menjaga performa dan kebugarannya. Menjelang Piala Dunia, ia sadar bahwa bermain secara reguler sangat penting untuk mempertahankan tempatnya di tim nasional Jerman. Pilihan peminjaman pada paruh kedua musim pun mulai dipertimbangkan.
Pindah ke Girona
Ter Stegen kini dikabarkan semakin dekat untuk bergabung dengan Girona dengan status pinjaman hingga akhir musim. Kepindahan ini dianggap sebagai solusi terbaik, karena memungkinkan dia tetap bermain di LaLiga dan beradaptasi dalam lingkungan yang sudah familiar.
Girona diyakini mampu memberikan jaminan menit bermain secara konsisten, sesuatu yang tidak lagi ia dapatkan di Barcelona.
Menariknya, sebelum memutuskan Girona, Ter Stegen sempat menerima tawaran dari Inggris. West Ham United, klub yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi Premier League, dikabarkan tertarik memanfaatkan pengalaman sang kiper untuk menambah stabilitas lini belakang.
Fokus Bertahan di Spanyol
Namun, Ter Stegen menolak tawaran tersebut. Alasan utamanya sederhana: ia tidak ingin meninggalkan Spanyol. Faktor keluarga, kenyamanan hidup, dan adaptasi sepak bola menjadi pertimbangan utama dalam keputusannya.
Keputusan ini sekaligus menegaskan fokus Ter Stegen pada karier jangka pendek dan target besar di level internasional. Bergabung dengan Girona menjadi kesempatan untuk menemukan ritme permainan terbaiknya, membuktikan kualitasnya tetap di level tertinggi Eropa, dan mempersiapkan diri menjelang Piala Dunia.
Bagi Barcelona, peminjaman ini juga menguntungkan. Klub tetap bisa mengelola dinamika posisi kiper tanpa melepas aset berpengalaman secara permanen. Sementara bagi Ter Stegen, ini merupakan kesempatan untuk bangkit, mendapatkan waktu bermain yang cukup, dan kembali menatap ajang internasional dengan penuh optimisme.











