AC Milan

Massimiliano Allegri Dorong AC Milan Meneladani Mental Juara Luka Modric

79
×

Massimiliano Allegri Dorong AC Milan Meneladani Mental Juara Luka Modric

Share this article

Gol telat gelandang veteran Kroasia membawa Rossoneri menundukkan Pisa, Allegri tekankan pentingnya karakter dan konsistensi tim

AC Milan Harus Belajar Banyak dari Luca Modric
AC Milan Harus Belajar Banyak dari Luca Modric

Handicap.co.id, Bandung – Pelatih Massimiliano Allegri melontarkan pujian besar kepada Luka Modric usai kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa SC dalam lanjutan Serie A, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB.

Modric tampil sebagai penentu lewat gol di menit-menit akhir, sekaligus memperlihatkan perannya sebagai figur penting di ruang ganti. Menurut Allegri, kontribusi sang gelandang tidak hanya terlihat dari kualitas teknis, tetapi juga dari tekad dan sikap rendah hati di lapangan. Ia berharap para pemain muda Milan bisa menyerap karakter tersebut sebagai bekal menghadapi tekanan kompetisi.

“Bukan cuma soal tekniknya yang luar biasa, dia menunjukkan keinginan kuat untuk menang sampai detik terakhir. Semua pemain harus belajar dari sikap dan profesionalismenya,” ujar Allegri. Ia menambahkan, keberadaan Modric menjadi keuntungan besar bagi tim, terutama untuk proses pembinaan mental para pemain muda.

Atas penampilannya, Modric dinobatkan sebagai Man of the Match. Gol itu juga mengantarkannya menjadi salah satu pencetak gol tertua dalam sejarah Serie A pada usia 40 tahun lebih.


Pola Laga yang Kembali Terulang

Pertandingan berjalan tidak mudah bagi Milan. Mereka lebih dulu memimpin melalui sundulan Ruben Loftus-Cheek, tetapi kemudian berada di bawah tekanan. Niclas Füllkrug sempat gagal mengeksekusi penalti setelah bola membentur tiang. Pisa memanfaatkan momentum tersebut dengan menyamakan kedudukan lewat Felipe Loyola.

Allegri menilai Pisa sebagai lawan yang menyulitkan karena mampu bertahan rapat dan melancarkan serangan balik cepat. Meski akhirnya meraih tiga poin, ia mengakui performa tim masih perlu ditingkatkan, khususnya dari sisi konsentrasi dan ketenangan saat menguasai permainan.

Milan kini mencatat 23 laga tanpa kekalahan di Serie A, rekor terpanjang di antara lima liga top Eropa musim ini. Mereka juga menjadi satu-satunya tim yang terus menempel ketat pemuncak klasemen, Inter Milan.

Baca Juga  Lawan AS Roma, Strahinja Pavlovic Dipastikan Jalani Laga Comeback

“Secara teknis kami punya kualitas, tetapi terkadang ada penurunan fokus. Itu yang harus dibenahi. Musim bisa berubah cepat dalam hitungan pekan, jadi kemenangan tandang seperti ini sangat berarti,” jelas Allegri.


Penyesuaian Taktik dan Gol Penentu

Setelah skor imbang, Allegri memasukkan Christian Pulisic dan Rafael Leao untuk menambah agresivitas serangan. Keputusan itu membuahkan hasil saat Modric mencetak gol kemenangan.

Usai unggul, Allegri menarik Füllkrug dan memasukkan Koni De Winter guna menjaga keseimbangan permainan, terutama setelah Adrien Rabiot menerima kartu merah akibat protes berlebihan. Terkait kegagalan penalti Füllkrug, Allegri menanggapinya dengan tenang dan menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika pertandingan.

Kartu merah Rabiot juga berdampak pada laga berikutnya. Selain absen melawan Como karena akumulasi kartu, ia dipastikan melewatkan Derby della Madonnina kontra Inter.


Fokus pada Tiga Poin

Saat ditanya soal persaingan dengan Inter atau Juventus, Allegri memilih untuk tidak terjebak pada hasil tim lain. Baginya, yang terpenting adalah Milan terus mengumpulkan poin.

“Kami sekarang berada di angka 53 poin. Fokus utama adalah meraih kemenangan demi kemenangan untuk mencapai target kami,” tegasnya.

Bagi Allegri, kemenangan atas Pisa bukan hanya tentang posisi klasemen, melainkan juga soal membangun mentalitas juara. Dalam konteks itu, Luka Modric dianggap sebagai teladan nyata yang patut dicontoh seluruh skuad AC Milan.

Sumber: Football Italia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *