LIGA CHAMPIONS

Kata Gianluca Prestianni Usai Dilarang Tampil, Tuding UEFA Pilih Kasih ke Real Madrid

36
×

Kata Gianluca Prestianni Usai Dilarang Tampil, Tuding UEFA Pilih Kasih ke Real Madrid

Share this article

Banding Benfica Ditolak, Winger Muda Argentina Pertanyakan Keputusan UEFA Jelang Laga di Bernabeu

Kata Gianluca Prestianni Usai Dilarang Tampil, Tuding UEFA Pilih Kasih ke Real Madrid
Kata Gianluca Prestianni Usai Dilarang Tampil, Tuding UEFA Pilih Kasih ke Real Madrid

Handicap.co.id, Bengkulu – Winger muda Gianluca Prestianni akhirnya angkat bicara setelah dirinya dipastikan tak bisa tampil pada leg kedua play-off 16 besar Liga Champions musim 2025-2026. Pemain milik Benfica itu menilai ada ketidakadilan dalam keputusan yang diambil oleh UEFA, bahkan menyebut adanya perlakuan berbeda terhadap Real Madrid.

Larangan tersebut dijatuhkan menyusul dugaan tindakan rasis yang diarahkan kepada penyerang Madrid, Vinicius Junior. Meski hingga kini belum ada putusan final yang menyatakan dirinya bersalah, Prestianni tetap dikenai sanksi penangguhan sementara.

Dalam pernyataan resminya, Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA (CEDB) mengumumkan bahwa Prestianni diskors untuk satu pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya. Artinya, ia harus menepi pada laga krusial di markas Los Blancos.

Keputusan tersebut langsung direspons oleh Benfica dengan mengajukan banding. Klub raksasa Portugal itu berharap sanksi bisa ditangguhkan setidaknya sampai ada keputusan final. Namun, otoritas sepak bola Eropa tetap pada pendiriannya dan menolak permohonan tersebut.

Walau tetap dibawa ke Stadion Santiago Bernabeu, pemain berusia 20 tahun itu dipastikan tak dapat ambil bagian dalam pertandingan penting tersebut.

Setelah banding klubnya ditolak, Prestianni mencurahkan isi hatinya melalui akun X pribadinya, @gianlucaa_11. Dalam unggahannya, ia menyampaikan kekecewaan mendalam atas sanksi yang diterimanya dan merasa dirinya belum mendapatkan kesempatan pembelaan yang adil. Ia juga menyinggung adanya dugaan standar ganda dalam penegakan disiplin, terutama jika melibatkan klub besar seperti Real Madrid.

Kasus ini pun memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola Eropa, terutama terkait konsistensi dan transparansi keputusan disiplin UEFA dalam kompetisi sebesar Liga Champions UEFA.

Baca Juga  Tekanan ekstrem Santiago Bernabeu dan tuntutan hasil instan disebut jadi alasan utama kursi pelatih kembali berganti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *