handicap.co.id, Jakarta – Kritik tajam kembali menghampiri AC Milan setelah mantan striker Italia, Paolo Di Canio, menyoroti performa winger andalan mereka, Rafael Leao. Menurutnya, performa Rossoneri justru terlihat lebih efektif ketika pemain asal Portugal tersebut tidak berada di lapangan.
Komentar tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Italia. Di Canio menilai bahwa secara statistik, Milan menunjukkan produktivitas gol yang lebih baik saat bermain tanpa Leao, sesuatu yang dianggapnya sebagai indikator penting dalam menilai kontribusi seorang pemain terhadap tim.
Performa Leao Dinilai Tidak Konsisten
Musim ini, Rafael Leao memang tengah menghadapi periode yang cukup sulit. Selain performanya yang naik turun, ia juga sempat diganggu masalah cedera yang membuatnya tidak tampil maksimal dalam beberapa pertandingan penting. Situasi tersebut semakin diperumit dengan munculnya isu ketegangan internal di dalam skuad.
Salah satu rumor yang sempat mencuat adalah adanya perselisihan dengan rekan setimnya, Christian Pulisic. Meski tidak pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak klub, kabar tersebut cukup memengaruhi suasana di dalam tim dan menjadi sorotan media Italia.
Di sisi lain, masa depan Leao di San Siro juga masih belum sepenuhnya jelas. Ketidakpastian terkait kontrak dan spekulasi transfer membuat situasi semakin kompleks. Hal ini turut menjadi faktor yang dianggap memengaruhi fokus dan performanya di atas lapangan.
Statistik Jadi Dasar Kritik Di Canio
Dalam sebuah acara bertajuk Legends Trophy, Di Canio mengungkapkan bahwa Milan mencatatkan performa ofensif yang lebih baik tanpa kehadiran Leao. Ia menyebutkan bahwa Rossoneri mampu mencetak 21 gol dalam delapan pertandingan saat Leao tidak bermain.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa tim mampu menemukan keseimbangan permainan yang lebih baik tanpa bergantung pada satu pemain. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan bertujuan menyerang Leao secara pribadi, melainkan sebagai analisis terhadap performa tim secara keseluruhan.
Di Canio juga mempertanyakan kontribusi Leao di luar mencetak gol. Ia menilai bahwa pemain sayap modern seharusnya mampu memberikan dampak lebih besar, termasuk dalam fase bertahan dan membangun permainan tim.
Gaya Bermain Serie A Jadi Sorotan
Dalam komentarnya, Di Canio turut menyinggung karakter permainan di Serie A. Ia menilai bahwa Leao mendapatkan keuntungan dari gaya pertahanan di Italia yang memungkinkan pemain dengan kecepatan tinggi untuk menemukan ruang.
Menurutnya, Leao mampu mencetak gol karena bermain lebih bebas dan tidak selalu diposisikan sebagai striker murni. Hal tersebut memberikan fleksibilitas bagi pemain berusia muda itu untuk mencari celah dalam pertahanan lawan.
Namun demikian, Di Canio tetap mempertanyakan apakah kontribusi tersebut cukup untuk menjadikan Leao sebagai pemain kunci dalam proyek jangka panjang Milan.
Allegri Ingin Bangun Milan yang Lebih Solid
Di Canio juga menyinggung ambisi Milan di bawah pelatih Massimiliano Allegri. Ia menilai bahwa jika Rossoneri ingin bersaing dalam perebutan gelar juara, maka tim harus memiliki pemain yang konsisten dalam semua aspek permainan.
Menurutnya, Milan tidak bisa hanya mengandalkan pemain yang tampil impresif sesekali, namun kurang memberikan kontribusi secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa tim yang ingin meraih gelar harus memiliki fondasi kuat, baik dari segi taktik maupun sikap pemain.
Di Canio bahkan menyebutkan bahwa ia mungkin bisa menerima pemain dengan etos kerja rendah jika mampu mencetak gol secara konsisten setiap pertandingan. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak cocok untuk tim seperti Milan yang tengah membangun kestabilan jangka panjang.
Di Canio Siap Mengubah Pendapat
Meski melontarkan kritik tajam, Di Canio tetap membuka kemungkinan untuk mengubah pandangannya. Ia menyatakan siap mengakui kesalahan apabila Leao mampu meningkatkan performanya dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi tim.
Menurutnya, kritik yang disampaikan bertujuan untuk mendorong pemain berkembang dan membantu Milan mencapai target mereka musim ini. Ia juga berharap Leao mampu menjawab kritik tersebut dengan performa yang lebih konsisten.
Dengan tekanan yang semakin besar, kini semua mata tertuju pada Rafael Leao. Jika mampu bangkit dan tampil gemilang, bukan tidak mungkin ia akan membuktikan bahwa dirinya tetap menjadi salah satu pemain paling penting bagi AC Milan dalam perburuan gelar musim ini.











