Handicap.co.id, Bandung – Klub raksasa Portugal, Benfica, akhirnya angkat bicara setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan tampil kepada winger mudanya, Gianluca Prestianni, jelang leg kedua play-off babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 menghadapi Real Madrid.
Prestianni dijatuhi hukuman penangguhan sementara menyusul dugaan tindakan rasis terhadap penyerang Los Blancos, Vinicius Junior. Insiden tersebut disebut terjadi pada leg pertama yang berlangsung di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) WIB.
Dalam laga tersebut, Prestianni terlihat berbicara kepada Vinicius sambil menutup mulutnya menggunakan jersey. Gestur itu memicu tuduhan adanya ucapan bernada rasial. Namun, pemain asal Argentina tersebut membantah keras tudingan itu. Ia mengklaim tidak mengeluarkan kata-kata rasis, meski mengakui sempat melontarkan kalimat bernada homofobik.
Menanggapi insiden tersebut, Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA (CEDB) mengumumkan keputusan penangguhan sementara terhadap Prestianni untuk satu pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya.
“Badan Kontrol, Etika dan Disiplin UEFA hari ini memutuskan untuk menjatuhkan sanksi penangguhan sementara kepada Gianluca Prestianni untuk laga kompetisi klub UEFA selanjutnya,” demikian bunyi pernyataan resmi UEFA.
Keputusan itu langsung memantik reaksi dari pihak Benfica. Manajemen klub menyayangkan langkah UEFA yang dinilai terlalu cepat menjatuhkan hukuman, mengingat proses investigasi dinilai belum sepenuhnya rampung dan belum ada keputusan final terkait kesalahan pemain.
Meski tak bisa dimainkan pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Benfica dikabarkan tetap membawa Prestianni dalam rombongan tim ke Madrid sebagai bentuk dukungan moral. Klub ingin menunjukkan bahwa mereka tetap berdiri di belakang sang pemain sembari menunggu kejelasan proses disipliner lebih lanjut.
Situasi ini pun menambah panas duel leg kedua antara Benfica dan Real Madrid, yang sudah berlangsung sengit sejak pertemuan pertama di Lisbon.











