Handicap.co.id, Makassar Derby besar antara AC Milan dan Inter Milan akan tersaji pada pekan ke-28 Serie A musim 2025–2026. Duel klasik yang dikenal sebagai Derby della Madonnina ini akan berlangsung di San Siro pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 02.45 WIB.
Pertemuan dua rival sekota tersebut datang dalam situasi yang cukup berbeda. Inter saat ini nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan sekitar 10 poin dari Milan. Kondisi itu membuat Rossoneri berada dalam tekanan besar karena peluang meraih gelar semakin tipis.
Bagi Milan, kemenangan dalam derby ini menjadi harga mati untuk menjaga asa dalam perebutan Scudetto.
1. Milan Wajib Menghindari Hasil Imbang

Salah satu masalah utama Milan musim ini adalah terlalu sering bermain imbang. Meski hanya menelan dua kekalahan di liga, Rossoneri sudah mencatat sembilan hasil seri.
Serangkaian hasil tersebut membuat mereka kehilangan banyak poin penting dalam persaingan gelar. Sementara itu, Inter tampil jauh lebih konsisten dengan hanya sekali bermain imbang sepanjang musim.
Kemenangan atas Cremonese pada pekan sebelumnya memang sedikit mengurangi tekanan. Namun menghadapi Inter jelas membutuhkan performa yang jauh lebih solid.
2. Peran Krusial Mike Maignan di Bawah Mistar

Performa lini pertahanan Milan musim ini sangat bergantung pada kiper utama mereka, Mike Maignan.
Inter dikenal sebagai tim paling produktif di Serie A dengan koleksi 64 gol. Catatan itu unggul jauh dibanding tim lain di kompetisi.
Maignan sendiri telah menghadapi peluang dengan nilai expected goals on target sekitar 29,2, tetapi hanya kebobolan 20 gol. Artinya, kiper asal Prancis tersebut berhasil mencegah sekitar sembilan gol yang seharusnya terjadi—sebuah kontribusi besar bagi Milan.
3. Ancaman Federico Dimarco dari Sayap

Walau Lautaro Martínez diragukan tampil karena cedera betis, Inter tetap memiliki banyak senjata berbahaya.
Salah satunya adalah bek sayap kiri Federico Dimarco. Pemain berusia 28 tahun itu tampil luar biasa musim ini dengan kontribusi besar dalam serangan.
Dimarco sudah terlibat dalam 20 gol Inter di Serie A, dengan rincian enam gol dan 14 assist. Selain itu, ia juga menciptakan 74 peluang sepanjang musim—angka yang termasuk tertinggi di liga.
4. Duel Pengatur Permainan di Lini Tengah

Pertarungan lini tengah juga diperkirakan menjadi kunci dalam derby ini. Dua pemain yang berpotensi menentukan jalannya pertandingan adalah Luka Modrić dan Nicolò Barella.
Meski telah berusia 40 tahun, Modric masih menunjukkan kualitasnya bersama Milan dengan menciptakan 45 peluang sepanjang musim.
Di sisi lain, Barella juga menjadi motor permainan Inter. Gelandang timnas Italia tersebut mencatat jumlah peluang yang sama dari permainan terbuka.
5. Kesempatan Pulisic Mengulang Momen Penting

Pada pertemuan pertama musim ini, Christian Pulisic menjadi pahlawan kemenangan Milan lewat gol tunggal yang memastikan skor 1-0.
Namun performa pemain timnas Amerika Serikat itu menurun sejak awal tahun. Dalam sembilan pertandingan liga terakhir, ia belum mampu mencetak gol maupun assist.
Jika Pulisic kembali menemukan performa terbaiknya di derby ini, peluang Milan untuk meraih hasil positif tentu akan meningkat.
Selain itu, Milan juga masih mengandalkan ketajaman Rafael Leão yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak tim di Serie A dengan sembilan gol.












